Kristen, Terjemahan Dari Buku Al-Adyaan

 

TA’RIF

      Pada hakikatnya, adama Kristen adalah agama yang diturunkan dari Allah SWT kepada Isa Al-masih ‘alaihi salam dan injil sebagai kitabnya. Dan pengikut agama ini kerap disebut “An-nashara”(orang yang beragama nasroni) yang ditujukan terhadap negeri “An-nashirah”(kota mulia) di palestina. Atau sebuah isyarat terhadap sifat yaitu ketika mereka menolong Isa as. dan saling tolong-menolong di antara mereka. Pada awalnya ini dikhusukan kepada sebagian dari mukminin dan kemudian ditujukan kepada mereka semuanya dan bersaksi untuk itu, firman Allah Ta’ala: “qoola alhawwariyyuna nahnu anshorullahi”(al-shof: 14)

      Dan di masa-masa akhir, sebutan bagi agama ini berubah menjadi “mashihiiyyah” dan “masihiyyun” sebutan bagi pengikutnya, hal ini ditujukan kepada Al-Masih Isa as.

 

PERKEMBANGAN NASRANI

A.    Asalnya

      Sesungguhnya agama nasrani terbilang kaitannya dengan agama yahudi dalam perkembangan yang panjang. Karena Isa as. hamba Allah dan Rasul-Nya yang diutus oleh Allah kepada bani Israel sebagai pembaharu untuk syariat Musa as. serta memperbaii apa yang telah dirubah oleh yahudi serta memperbaiki kebobrokan karakter mereka kemunduran yang tiada serupa dengannya. Yang sebelumnya mereka adalah angkuh, sombong, saling membenci, cinta terhadap ketinggian derajat, kebangsaan, memandang rendah orang, mementingkan diri, kekerasan hati dan lemah keberkahan; bakhil. Materi telah merusak kehidupan mereka, serta beku terhadap phenomena syariat musa.

      Kemudian datanglah Isa Al-masih as. yang kemudian membinasakan apa yang lakukan (sifat-sifat mereka) dengan menyeru dan mengajak kepada hal yang berlawanan dari sifat-sifat itu. Dari yang mementingkan diri menjadi mengutamakan orang lain, dari yang materialistic menjadi spiritualistic, dari yang beku terhadap ajarn Nabi Musa menjadi lebih membandingkan terhadap rujuannya syariat itu.

      Dan sesungguhnya  bahwa nasrani adalah agama yang turun dari Allah SWT yang dibangun di atas tauhid yang khalish dan masuk akal, akan tetapi orang yang memeluk agama itu sendiri lah yang membuatnya menjadi agama yang menyembah berhala (paganism) dengan konsep tritunggal yang tidak masuk akal yang mereka ambil dari trinitas yunani dan Rumania yang dikutip dari trinitas orang mesir dan berahmana. Dan sesungguhnya juga agama itu agama samawi namun mereka menghapusnya dan menggantinya dengan ajaran-ajaran yang baru dan mengikuti ajaran yang asing yang hakikatnya zuhud, tawadha, mengutamakan orang lain, tetapi mereka membuatnya menjadi agama  yang rakus, serakah, sombong, kemewahan dan mementingkan diri sendiri.

      Cukup bagi kita mengutarakan sebuah dalil bahwa agama ini berpondasikan tauhid seperti yang diriwayatkan yohanes di injilnya bagian 17 ayat 3: “inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar dan menganal Yesus kristus yang telah Engkau utus.”          

      Lalu Markus menukilkan di bagian 12 dari injilnya bahwa ada seseorang ahli taurat bertanya kepada yesus tentang hukum yang utama: (29) jawab yesus: “hokum yang terutama ialah: dengarah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. Lalu kata ahli taurat itu kepada yesus: “tepat sekali guru, benar katamu itu bahwa Dia Esa, dan bahwa tidak yang lain kecuali Dia (32). Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu dan ia bertanya kepadanya: “engkau tidak jauh dari kerajaan Allah.”

B.     Penyiksaan yang dialami  kaum nasrani

 

      Penyiksaan atas nama agama ini terjadi semenjak awal masa yang mana Isa a.s ikut menjadi korbannya. Dan telah dimulai penyiksaan ini ketika ada permusuhan dengan yahudi yang memusuhi Isa a.s dan sahabatnya dengan kebohongan, fitnah, tipuan, dan hal yang membangkitkan permusuhan. Kemudian berdirilah Daulah Romawi yang ikut serta dalam penyiksaan terhadap  kaum Nasrani sebagai pengkabulan atas tipuan yahudi dan fitnah mereka dan berlangsung penyiksaan ini setelah Isa a.s . Khususnya pada keempat sekte yang itu adalah lebih keras dan lebih banyak kedzaliman pada masa-masa berikut:

Ø  Masa Nero 37-68 M, Nero telah menuduh masihiyah terhadap pembakaran Roma, yang kemudian melakukan kekejian dan menyiksa mereka secara brutal atau kejam, dan dengan cara yang bermacam-macam yaitu:

1.      Mereka diikat dengan kulit binatang dan dilemparkan ke arena untuk dicabik-cabik oleh anjing-anjing atau binatang buas lainnya.

2.      Tubuh mereka dilumuri ter dan dibakar. Tubuh yang terbakar itu menjadi lampu penerang bagi taman itu ketika dimalam hari yang sangat gelap.

 

Ø  Masa Trajanus 106 M, ia menegakkan hukum di kekaisarannya dengan melarang komunitas dibawah tanah (gereja) dan akan menghukumnya apabila ditemukan, dan ia menganggap kekristenan sebagai agama yang terlarang karena menolak penyembahan terhadap kaisar.

 

Ø  Masa Decius (249-251 M), Ia mewajibkan kepada orang Kristen untuk menyerahkan hewan korban untuk dipersembahkan untuk patung (berhala), dan akan menghukum bagi siapa yang tidak memberikan kurban dengan digantikan oleh dirinya sebagai kurban untuk dipersembahkan kepada berhala mereka.

 

Ø  Masa Dioklesian 284 M, ia telah membunuh kurang lebih 40.000 orang tua dan 100.000 anak-anak Kristen.

          Dalam ranah penyiksaan ini tidak mungkin penetapan sandaran yang tersambung untuk agama kristen dan tidak mungkin penulisan injil-injil di masa Isa as. Sedangkan masa tu adalah masa penyiksaan yang berkelanjutan dari paruh waktu pertama dan tidak mungkin pula berkaitan dengan kitab yang diturunkan dari Allah SWT.

 

TINGKATAN-TINGKATAN KRISTEN

          Secara ringkas kita dapat menemukan tingkatan-tingkatan kristen yaitu:

1-      Tingkatan Pertama

    Sesungguhnya agama kristen yang aslinya adalah agama yang diturunkan dari Allah Ta’ala kepada Isa as.  yaitu agama yang benar dan injil adalah kitabnya.

2-      Tingkatan Kedua

    Dan setelah Allah mengangkat Isa as.  kepada-Nya, dimulailah tingkatan ini yang mana para pengikut dan penolongnya tetap dalam kebenaran dalam kurun waktu yang tidak lama karena mereka takut akan penyiksaan oleh yahudi terhadap mereka supaya mereka tidak beriman kepada Isa as.  sehingga mereka akan mengusir dan membunuhnya dalam hal ini akan ditindak oleh  penguasa dan para hakim. Dan tingkatan ini berlangsung sekitar setengah abad dan dalam tingkatan ini pula terputuslah penyandaran terhadap injil (sumber).

3-      Tingkatan Ketiga

    Dari sini dimulailah praktek penyimpangan terhadap injil. Praktek itu terjadi pada paruh pertengahan kedua pada abad pertama masehi. Yaitu masa pembuatan injil yang baru yang akan dibahas selanjutnya, berlangsungnya tingkatan ini sekitar 3 abad lamanya.

4-      Tingkatan Keempat

    Dimulainya tingkatan ini dengan menghimpun kaum nasrani dalam jumlah yang besar yang diadakan oleh konstantine raja Roman di Nicea tahun 325 M dan di konstantinopel tahun 381 M.

 

 KITAB-KITAB MEREKA (BIBEL)

          Yaitu kitab suci yang mencakup atas perjanjian lama (taurat) dan perjanjian baru (injil). Untuk perjanjian lama telah disebutkan di dalam kitab-kitab yahudi, sedangkan perjanjian baru terdapat pada injil-injil yang empat, yaitu: Matius, Markus, Lukas, Yohanes sebagai ungkapan dari kitab-kitab yang diringkas tentang sirah Isa as.  dan sesuatu dari sejarah dan pengajarannya sehingga disebut sebagai injil-injil.

           Dalam keterangannya, para penganut berselisih tentang sejarah penulisannya karena tidak ada sanad yang saling berhubungan.

          Dalam hal ini, terdapat banyak pendapat tentang ditulisnya keempat injil itu, dikatakan itu ditulis pada pertengahan kedua pada abad pertama pada masa Al-Masih. Dan pendapat ditulisnya injil pertama (Matius) yaitu ditulis pada tahun 37 M dan tahun 64 M. Sedangkan injil yang keempat (Yohanes) ditulis pada tahun 98 M.

          Sedangkan injil dalam pengertian Al-Quran adalah kitab yang diwahyukan oleh Allah kepada Isa as.  yang didalamnya adalah petunjuk, cahaya, nasihat untuk manusia, yang untuk diserukan kepada bani israel.

          Akan tetapi injil yang asli telah terhapus dan musnah, diantarnya ini karena pengaruh dari penyiksaan yang dialami kaum nasrani sejak awal masa.  Dan telah berlangsung penyiksaan setelah Isa as.  yang kemudian mengepung para penolongnya  sehingga berakibat kepada penyelewengan injil, yaitu masa penempatan injil yang baru tentang nash-nash dan ijtihad yang tidak pernah didengar dari ucapan Isa as.  ini berlangsung kurang lebih selama 3 abad. Kemudian terciptalah injil-injil yang tidak terbatas yang sama sekali tidak berlandaskan terhadap nash injil yang asli. Diketahui injil-injil yang terkenal oleh nasrani lebih dari to injil yang kemudian diputuskan oleh pemuka-pemuka yang menyetujui akan 4 injil sebagai kitab mereka yaitu: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.

 

ASAL-USUL KRISTEN DALAM INJIL-INJIL YANG DIKETAHUI

Yaitu:( 1) Mukjizat. (2)Kekuasaan pemimpin. (3) meninggalkan duina. (4) Sesungguhnya iman itu pemberian, akal tidak berperan dan apa yang datang dari agama itu diluar akal. (5) Pembedaan antara orang kristen dan selain mereka sampai kerabat-kerabatnya.

         

Pertama: Mukjizat

            Asal mula berdirinya agama kristen ini adalah ,ukjizat diluar kebiasaan, kemudian hal itu dijadikan  ebagai dalil akan benarnya agama bagi siapa yang datang setelah Isa as.  hal itu yang mana tertulis di injil Matius bagian 17 ayat 20: Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sekiranya kamu memppunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: “pindah dari tempat ini ke sana”, maka gunung ini akan pindah, maka tidak ada yang mustahil bagimu.

            Selanjutnya, pengikut yang berkeyakinan dengan asal ini tidak membutuhkan penjelasan tentang sebab dan musabab, karena keyakinan terhadap sesuatu hendaklah terlepas dari iman walaupun sesuatu itu bersifat mustahil dari kebiasaan, yaitu tidak membutuhkan ilmu dan amal. Dan tidak diragukan lagi bahwa meninggalkan keduanya akan menyebabkan/mengarahkan kepada  kemunduran dan kemusnahan.

Kedua: Kekuasaan Pemimpin

            Kekuasaan agama sepenuhnya diberikan kepada penguasa terhadapa rakyatnya dalam hal keyakinan mereka dan apa yang tersembunyi di hati nurani mereka. Apabila dikatakan oleh petenang kepada seseorang bahwa dia bukan orang kristen, maka dia bukanlah orang kristen, dan apabila dikatakan dia adalah orang kristen maka berbahagialah dia. Akan tetapi bukanlah bagi yang berkeyakinan memiliki kebebasan unutk melakukan upaya terhadap apa yang ditunutun oleh akal dan pengetahuannya.

 

Ketiga: Meninggalkan Dunia

            Yaitu melepaskan diri dari dunia dan memfokuskan diri untuk akhirat. Maka hal-hal yang memutuskan kepada kerajaan dan kabur dari alam raja ini jelas disebutkan di injil Matius sebagai berikut:

1-      Sebagaimana yang dinashkan di bagian 6 ayat 24: Tak seorangpun dapat mengabdi terhadap dua tuan (Allah dan harta). (25) karena itu aku berkata kepadamu: janganlah kuatir terhadap hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?. (33) tetapi carilah lebih dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya otu akan ditambah kepadamu. (34) sebab itu janganlah kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahan sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.

2-      Disebutkan pula di bagian 10 : (9) janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat punggungmu. (10) janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat…………..

3-      Kemudian datang juga di bagian 19: (23) Yesus berkata kepada murid-muridnya: “ Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk kerajaan surga. (24) sekali lagi aku berkata kepadamu: lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang   jarum daripada orang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah. Dan injil menganjurkan kepada pendeta untuk meninggalkan pernikahan, sebagaimana disebutkan di injil Matius bagian 19. Dan tidak ada keraguan bahwa pengikut kerajaan ini memfokuskan hatinya dan segenap jiwa untuk beribadah tanpa yang lain.

 

Keempat: Sesungguhnya iman adalah pemberian. Akal tdak termasuk di dalamnya. Dan     sesungguhnya dan apa yang di luar kadar akal itu dari agama.

            Yaitu apa yang membatalkan hukum-hukum yang menggunakan akal, dan dengan itu apa yang wajib kepadanya. Dan untuk itu tidak berselisih kaum katolik, ortodoks dan tidak juga protestan.

 

Kelima: Pembedaan antara orang kristen dengan selainnya sampai kerabatnya.

            Dan asal ini sebagaimana berasal dari injil Matius bagian sepuluh : (34) “jangan kamu menyangka bahwa aku datang untuk membawa damai ddi atas bumi, aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) sebab aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunyaa, menantu perempuan dari ibu mertuanya. (36) Dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

 

 

 

 

KEYAKINAN NASRANI TERHADAP PENYALIBAN ISA AL-MASIH

            Sesungguhnya orang nasrani mendakwakan bahwa Allah Ta’ala yang menyerupai diri dengan Anak Tuhan yaitu Al-Masih as.  telah rela disalib dan dibunuh dalam rangka penebusan atas kesalahan dan dosa bani adam (manusia) seperti Allah Ta’ala tidak tidak bisa mengampuni dosa mereka kecuali dengan cara yang khurafat dan menakjubkan yang mereka lakukan.

            Adapun penentuan keyakinan ini menurut mereka bahwa ketika adam tidak mematuhi perintah Allah Ta’ala yaitu memakan buah dari pohon yang dilarang Allah  untuk memakan darinya, sehingga semua keurunannya mendapatkan dosa dan berhak untuk dihukum di akhirat dengan siksa yang abadi. Kemudian bahwa semua keturunan adam datang dalam keadaan salah dan berdosa, maka merekapun berhak untuk dihukum juga karena dosa mereka, ini sama halnya mereka berhak dihukum karena dosa nenek moyang mereka.

            Allah Ta’ala adalah Tuhan yang bersifatkan Adil dan kasih sayang kepada semuanya. Yaitu semenjak afam durhaka. Allah telah mendatangkan kasih sayang-Nya apabila Dia menghukum Adam dan keturunannya maka hal itu menafikan kasih sayang-Nya dan Dia bukanlah yang Maha Pengasih. Dan apabila Allah tidak menghukum Adam maka itu akan menafikan sifat keadilan-Nya, maka Dia bukanlah yang Maha Adil.

            Sepertinya sejak Adam durhaka, Tuhan memikirkan sebuah perantara untuk mengumpulkan dengannya sifat keadilan-Nya dan cinta-Nya. Akan tetapi belum mendapatkan suatu jalan kecuali semenjak diutusnya anak Tuhan yang merupakan eksistensi diri-Nya sendiri yang menempatkan diri-Nya di perut seorang perempuan dari manusia dan menyatu dengan janin di rahimnya dan dilahirkan darinya, maka jadilah anaknya itu manusia sempurna, seperti halnya dia itu anaknya dan Tuhan yang sempurna, seperti halnya dia itu anak Allah dan anak Allah itu Allah dan dia menjadi terbebas dari semua bentuk maksiat. Kemudian setelah dia hidup berabad-abad lamanya bersama mereka, dia makan seperti halnya mereka makan,  dia minum dari apa yang mereka minum, dia bersenang-senang seperti halnya mereka bersenang-senang dan menderita sebagaimana mereka menderita. Musuh=musuhnya memperkerjapaksakannya untuk membunuhnya dengan pembunuhan yang keji yaitu dengan cara disalib yang mana kitab Illahi melaknatnya. Mereka mensalibnya sebagai tanda penebusan dosa dan kesalahan mereka.

 

TRITUNGGAL

            Yaitu kalimat yang diartikan oleh kaun nasrani sebagai adanya 3 asal ketuhanan secara bersamaan, yaitu Tuhan Bapak, Anak (Isa) dan Ruhul kudus (Jibril). Sebagaimana dsebutkan di injil Matius bagian 28: (19) karena itu pergilah, jadikanlah semuabang sa murid-muridku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan anak dan Roh kudus.

            Pada masa sebelum nasrani, telah muncul pemikiran/doktrin bertuhan banyak sebagaimana dikatakan oleh orang-orang mesir lama, dan juga oleh Asyirian, Babilonia, Persia, India, China dan Yunani yang mana mereka masih memperselisihkan tentang bilangan Tuhan, serta ikhtilaf kekuasaan mereka dan ikhtilaf tentang gambaran keterhubungan diantara mereka atau keterhubungan mereka dengan manusia. Sedangkan trinitas merupakan bagian dari pengaruh filsafat Yunani supaya membatasi bilangan Tuhan. Dan keyakinan ini sesuai dengan yang disampaikan dalam penentuan konsili—konsili sebagai berikut:

1-      Konsili Nicea tahun 325 M

            Yaitu konsili pertama yang memulai didalamnya pembatasan/penggarisan untuk keyakinan trinitas. Dan sebab diadakan konsili ini adalah kembali kepada perdebatan kelompok-kelompok kristen tentang Al-masih apakah dia Rasul atau Nabi Allah saja? Atau dia memiliki kedudukan lebih tinggi dari risalah yaitu sederajat dengan anak apabila belum menjadi anak Tuhan yang hakiki? Atau dia anak Tuhan yang hakiki. 

            Maka terdapat perbedaan pendapat serta kebingungan yang mencekat diantara jama’ah Al-Masih, sehingga raja konstantin bersimpati kepada orang kristen dan berkeinginan untuk mencegah perseteruan, maka diadakanlah konsili Nicea pada tahun 325 M dan segera mengirim surat-surat kepada kelompok-kelompok yang berseteru sam[ai terkumpul didalamnya 2048 uskup.

            Dalam konsili ini, para jama’ah saling berdebat dan berselisih dan belum bisa mencapai pada sebuah kesepakatan, maka kekaisaran pun memutuskan beberapa perkara:

1-      Mengeluarkan pemimpin-pemimpin rohani.

2-      Membunuh Arius dan membunuh sebagian pengikutnya yang berpegang teguh pada doktrinnya yang mengatakan bahwa Bapak adalah Allah dan anak adalah makhluk yang diciptakan.

3-      Pembakaran semua kitab-kitab Aries.

Kemudian berkumpul sebagian hadirin didalamnya dan jumlah mereka 318 uskup. Yang kemudian segenap hadirin ini mengambil sebuah keputusan yaitu iman akan ketuhanan Al-Masih dan Anak Tuhan yang satu yang ikenal dengan Al-Masih (Isa as.).

 

KONSILI KONSTANTINOPEL TAHUN 381 M

            Telah disebutkan di awal konsili Nicea bahwa mereka telah menentukan tentang ketuhanan Al-Masih dan meninggalkan kebebasan manusia dalam perdebatan mengenai Roh Kudus. Dan untuk penerangan perdebatan ini, maka kaisar Teodosius I mengadakan konsili konstantinopel pada tahun 381 M dan tidak menghadirinya kecuali 150 uskup.

            Sebab diaddakannya konsili ini ialah bahwa pada konsili Nicea belum dibahas tentang kaitannya dengan ketuhanan Roh Kudus.

            Selanjutnya pada konsili konstantinopel te lah menentukan bahwa Anak Tuhan (Isa) dan Roh Kudus adalah sama dengan Bapak  Tuhan dan kesatuan ketuhanan, dan sesungguhnya Anak(Isa) telah lahir dari dahulu dari Bapak dan bahwa Roh Kudus terlimpah dari Bapak.

            Maka dari kedua konsili ini (Nicea dan Konstantinopel), orang kristen menemukan 2 Tuhan yang berbeda, mereka menemukan Al-Masih sebagai pangkal yang kedua dan Roh Kudus yang ketiga. Oleh dengan itu mereka sampai pada trinitas yang sempurna. Kemudian mereka mengatakan bahwwa kesatuan elemen tidak membatalkan bilangan ketuhanan.

            Kemudian mengambil penetapan akan kesesatan trinitas di konsili Efesus I tahun 431 M yang mana menetapkan Bunda Maryam serupa dengan Anak Tuhan dan Roh Kudus dalam trinitas. Dan pada konsili Toledo tahun 589 M duputuskan juga bahwa Roh kudus berasal/terlimpah juga dari Anak Tuhan.

 

KELOMPOK-KELOMPOK PENTING NASRANI

            Kaum nasrani modern terbagi menjadi tiga sekte penting yaitu:

1-      Ortodoks

            Mereka adalah pengikut gereja ortodoks, yaitu gereja di Roma bagian timur dan pusatnya yang asli adalah di konstantinopel, dan kebanyakan pengikutnya di asia bagian utara dan wilayah barat di eropa timur. Dan sekarang tidak ada pusat yang tentu, karena semua gereja dari gereja-gereja mereka mempunyai kemerdekaan dan pengikutnya berkeyakinan sesuai dengan tanggapan mereka bahwa sesungguhnya Allah Bapak lebih mulia dari Allah anak, dan bahwa Roh Kudus terlimpah dari Allah Bapak.

 

2-      Katholik

            Mereka adalah pengkut gereja katholik umm yaitu pangkal golongan-golongan dan terbesarnya, pusatnya di Roma dan mayoritas pengikutnya di seluruh eropa pada umunya dan mereka berkayakinan dengan tanggapan mereka bahwa Allah Anak dalah sama disela-sela ketuhanan unutk Allah Bapak dan Roh kudus terlimpah dari Tuhan Bapak.

3-      Protestan

            Yaitu madzhab kristen yang muncul pada abad kelima belas untuk mempaerbaiki sekte katolik. Kalimat “protestan” bermakna bagi penganut kumpulan keyakinan-keyakinan dan kelompok-kelompok agama yang terkumpul dari gerakan pemberbaikan agama di abad 15 yang mana melakukan protes terhadap “berlebihannya” gereja Roma dalam memaknai injil dan akal. Gerakan pemikiran ini dipelopori oleh Martin Luther di Jerman tahun 1517 M dan mengikutinya Zwingli di Swiss tahun 1520 M dan Jon Calvin di Jenewa tahun 1530 M.

 

Sebab munculnya gerakan pemikiran ini kembali ke hal-hal yang banyak, dan yang terpenting:

1-      Berlebihannya gereja Roma dalam merintangi terhadap kebebasan akal dalam memahami kitab-kitab suci dan pembahasan dalam hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan.

2-      Pensucian rahib dan pengurus gereja katolik dengan dugaan mereka bahwa mereka adalah penguasa yang mutlak dalam agama menyuruh dan melarang bahkan mengampuni terhadap yang berbuat dosa dengan memberikan mereka surat pengakuan pengampunan untuk jaminan kenikmatan akhirat.

Berdasarkan sebab-sebab ini, maka nampaklah berikut perbedaan penting antara khatolik dan protestan, yaitu:

1-      Bahwa protestan menentukan kebebasan dalam memahami kitab-kitab suci dan pembahasan dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan keyakinan yang mana khatolik mengharamkannya.

2-      Protestan menolak konsep pensucian rahib dan penguasa yang dapat mengampuni dosa-dosa dan jual beli surat pengakuan pengampunan yang mana khatolik melakukannya.

3-      Mengharamkan ibadah kepada aulia dan gambar-gambar dan mengurangi dari gambar kegerejaan dan pengangkatan kepetenungan yang mana khatolik membolehkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s