Refleksi: Belajar ‘Nrimo’

20160529_132043

           Jujur, suatu ketika saya pernah mengeluhkan beberapa hal di depan teman saya, lantas dengan tegas dia menanggapi dan berkata, “ingat, itu pilihan hidup.” Sontak saya berpikir keras dengan kalimat itu sampai 3 hari tak ada putus-putusnya. Kalimat itu memang ada benarnya. Apapun keadaan kita sekarang merupakan konsekuensi dari apa yang kita putuskan, ambil sikap di hari yang lalu. Maka amat tidak dibenarkan jika menyalahkan keadaan.

          Mungkin ada saja orang yang hidupnya lontang-lantung lantaran tidak memiliki tujuan hidup, paling tidak untuk jangka pendek. Sebagaimana dalam memulai bisnis pun harus membuat rencana secara matang, mulai dari segmentasi, positioning product dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan supaya mengurangi risiko dan mengoptimalkan peluang untuk memperoleh keuntungan yang besar. Sama persis dengan pilihan hidup, harus ditimbang sematang-matangnya.

         Ada berbagai kemungkinan yang masih ghoib sifatnya di kemudian hari. Namun, biasanya kejadian itu tidak akan jauh melenceng dari titik koordinat pilihan hidupnya. Bisa saja di tengah perjalanan timbul keinginan lain yang harus meninggalkan profesinya tersebut demi menjalankannya dengna totalitas. Namun tidak 100% meninggalkannya, dalam arti masih bisa berkecimpung tapi dengan cara, waktu yang berbeda.

       Adanya tindakan mengambil keputusan dan berisiko adalah sebuah keniscayaan. Mungkin ada baiknya jika kita mengubah pandangan “berisiko”  menjadi “berpeluang”. Karena hal ini akan menjadi timpang jika konsekuensi dari setiap keputusan adalah bersifat negatif. Tidak. Tentu banyak juga manfaatnya. Memanjat pohon kelapa tentu akan berisiko apabila dilakukan saat turun hujan. Begitupun sebaliknya.

       Maka kita harus bersikap tegas. Tegas berarti memantapkan diri, mantap dengan keputusan, mantap dengan pencapaian. Supaya kelak di kemudian hari akan terhindar dari hal-hal yang tidak sejalan dengan visi hidup, terhindar dari hal-hal yang tidak disukai. Kuncinya adalah Do what you love, love what you do. Karena apapun pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat tentu amat begitu nikmat.

            Belajarlah untuk tegas. Belajarlah untuk cerdas. Belajarlah untuk menjadi berkualitas. Belajarlah untuk tidak malas. Ambilah banyak ‘ibroh dari sekitar kita. Tidak ada pencapaian jika tidak ada permulaan. Keberanian penopangnya. Kemauan tinggi pendorongnya. Mau belajar pelatuknya. Yang penting belajar, belajar, belajar. Belajar ngaji  diri. Belajar ngaji ilmu. Belajar nrimo nasihat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s